Minggu, 25 Januari 2009
hanya kau yang bisa begitu!!
bikin aku tunduk tanpa perlu bertutur!
hanya kau yang bisa begitu!!
buat aku nurut setelah titah keluar dari mulutmu!
senduku...
sepiku...
rinduku...
riangku...
kau juga yang atur sesuka hatimu!!
tapi hanya kau...
bentuk aku jadi lebih tau...
aku jadi lebih mampu...
rasakan rasa itu... lebih dalam bersamamu...
dan aku suka itu... karena hanya kau yang bisa begitu...
ssttt.. hanya kau dan aku yang tau
Kamis, 22 Januari 2009
luck of a lady...
Karena itu, hingga hari ini, jangan ngarep deh dibonceng, karena saya belum bisa bonceng, dan jangan harap saya kuat menstandarkan motor saya dengan standar 2, yang berarti harus mengangkat beban motor saya itu, dengan kedua tangan saya ini... meskiii, lagi--lagi kata orang
"Niaaaa... eta motor teh hampaaanggg!!!"
HALAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH..... HAMPANG TI MANAAA??? wong beratnya saja 30 kilo lebih dari berat badan saya! dan sampai sekarang tidak ada yang bilang saya ringan! hehe...
Makanya, dengan hendikep2 saya di atas, si deubit hitam ngencrang ini belum berani saya bawa ke mall atau ke pertokoan lainnya, yang membutuhkan keterampilan memarkirkan motor, KECUAAALIIII,,,
Pada suatu sore di kantor, sebelum pulang, tiba2 widi menelepon, dan memberi laporan, bahwa persediaan sayur mayur, roti dan susu ei habiss biss biss,,, tidak ada stok! wew!!!
dipikir pikiiiirrr,,, dipikir pikiiiirrrr,,, dipikir pikiiiirrrr,,, well I have to do it sooner or later... so, saya memutuskan untuk mampir dulu ke swalayan yg cukup besar yang ada di ruas Jalan Pasteur.
Deg deg... deg deg... deg deg... bgitu terasa denyut jantung ini, rasa2nya hampir sama dengan waktu pertama kali akan diperkenalkan dengan calon mertua, degg degg ,,, degg degg ,,, degg deggg ,,, makin terasa saja. Akhirnya, saya pasang lampu sen kiri untuk masuk parkiran motor...
Daaannnn... oww.. oww... owww... penuuuhh... space yang tersisa tinggal satu, dan motor harusss distandar 2, OMG!! hiks hiks hiks... what should I doooo???
tenang kaniaaaa.... tenaaanggg... tarik nafasss... hembusss... tarik nafasss.. hembusss... (assaaa senam hamil deui urang!:P)
Posisi motor passs di depan space yg sempit itu, mesin sudah dimatikan, dan saya standarkan satu dulu, dengan maksud turun dulu dari motor dan mengumpulkan tenaga untuk memarkirkan si hitam manis ini, ketika tiba-tiba...
"Eh, balanja di dieu geuning?", satu suara terdengar di belakang saya. Ketika saya tengok, asal suara berasal dari seorang pria, tinggi, cukup tegap, kulit sedikit gelap, mukanya, yaaa.. emh... gimana ya saya menggambarkannya... Oh, iya... seperti para pemuda2 yang menjadi sekuriti di bank2 besar, hehe... not bad laaa...
"Muhun..." itu saja yang keluar dari mulut saya.
"Eh,,, emut teu ka abdi? Eh... rerencanganna Erna sanes?.." lanjutnya.
"Emh,,, aya siy rerencangan namina Erna, tapi, ke,,, kantos pendak di mana nya A?" Memang siy,,, dia ga bisa dibilang jelek, bukan berarti saya tiba-tiba merasa kenal, tetap saja saya juga memeras otak, menggali-gali memori,pernah kenal di manaaa sama ini orang.And I found ... nothing. Apa tampangnya yang cukup pasaran dengan bujang2 di Bandung? Atau di manaaa yaaa...
"Tah... duka... abdi ge hilap puguh!" eeuuhh.. si Aa teh.. jawabannya sungguh tidak membantu!
"Kantos kursus di GO teu?" lanjutnya.
"Owh.. muhun, panginten di GO! Muhun, kantos abdi bimbingan di GO!", saya yang biasanya kurang minat dengan perkenalan-perkenalan instan, tapi saat itu, tiba2 insting saya mengatakan, go for it Kania! It might do some good! Meski sudah memeras memori saya 10 tahun lalu lebih, tepatnya ketika bimbingan di GO, tetap saja tidak ada memori saya bersama si jangkung di depan ini.
"Muhun sigana mah da rencangan Erna nya, kapungkur abdi kantos janten satpam di GO!" Tuuhhh kaaannn,,, betuuuullll perkiraanku... hihi... (Jangan salah ya, sekuriti untuk bank2 cabang besar itu, rata2 minimal 7,5 laaa... kadang ada yg sampa 8,5 hehehe...)
"Owh,,, muhun - muhun, panginten sareng Erna.." itu saja yang sanggup saya katakan, padahal seingat saya, saya memang punya teman bernama Erna, tapiii tidak di GO! Halah.. itu ga penting sekarang! Yang penting adalah ujaran selanjutnya, yang bisa membuat saya bernafas leghhhaaa...
"Bade parkir teh? Cik atuh,,, kadieu ku Aa... engke dikaluarkeun oge, ku Aa wee lah!" Wahh.. mangga pisan Aaaaa... manggaaaa... memang ituuu yg saya tunggu dari tadi! Wakakakkkk!!Mau Aa mau Om.. boleh lah...
I knew this thing will do me some good! And that's why I call this blog... Luck of A Lady.... hehehe...
Rabu, 21 Januari 2009
mata tambah tambah....
Seorang teman yang sudah lebih dari 20 tahun tak ku jumpeeuuu... membuat satu album foto di akun facebooknya dengan hanya satu buah foto di dalamnya.
Foto itu berisi seorang wanita manis, putih, yang sedang tersenyum simpul... (senyum yang rada susah buat saya... karena gigi saya selaluuuu saja ingin eksis apabila menyangkut foto2... hehehe...), yang diaku oleh teman saya ini adalah istrinya.
Kalau saya ingat2 ketika saya terakhir bertemu dengan si long long friend, mirip laaa... dng si mojang.... (tinggal ditempeli kumis dan jenggot.. kekekkkk...:P)dan saya mengerti knapa dia bersusah payah dengan darah dan air mata, menunggu si mojang manis yang satu ini agar bisa dia persunting! dan alhamdulillah.. ternyata berhasil, dan mrk sudah dikaruniai seorang putra pula.
Cuman satu hal yg sedikit mengganggu pikiran saya. Teman saya menamai albumnya ini... "mata tambah tambah". Aaaaapppeuuuuu....
Tidak percuma teman saya ini selalu rengking 1 jaman dulu, tidak saya tanya pun, dia langsung menjelaskan knapa dia memberi nama album itu sedemikian rupa.
"Suka baca komik?? suka liat kalo ada cewek liat cowok terus ekspresinya langsung berubah.. menjadi ... mata tambah tambah...", begitu jelasnya. Beberapa detik setelah diberi penjelasan itu, saya teteuuuppp ga ngerti. Maksudnya ituuuu... si cewek kelilipan??? atau terpesona???
Saya racik lagi imajinasi saya... owh.. yeah... I got it!! Dan jawabannya... tentu saja.. si mojang selalu 'mesmerized' (kosa kata baru yg saya dapat gara2 denger lagu David Archuleta - Crush) by him.
"Belum pernah ada perempuan yg menatapku begitu..." lanjutnya. And then I just smile.
Sungguh, alasan yang menurut saya, cukup baik, untuk menjadi alasan seorang lelaki jatuh cinta pada seorang perempuan.
Minggu, 11 Januari 2009
How to repsonse to a compliment...





Karena itu, setelah bersuami, saya pikir yang terpenting adalah penampilan saya yang berkenan di mata suami. Bagaimana dia ingin melihat saya, image apa yang ingin dia tampilkan, sebisa mungkin itulah yang saya penuhi. Meski terkadang saya miss, dalam artian, saya terkadang tidak bisa meraba kondisi dan situasi suatu occasion yang kami hadiri.
Selama ini gaya saya berpakaian dan berkerudung pun tidak pernah macam2, biasa saja, terkadang mengikuti mode, tapi terkadang tidak juga, karena dengan tekstur wajah yang pas2an saya rasa kurang cocok untuk mengikuti semua mode berkerudung.
Entah ada angin dari mana, mungkin karena baru saja dihadiahi sehelai kerudung yang kononnya sedang 'in' oleh adik ipar, saya jadi keganjenan (hehe.. kalo itu mah dari dulu kaleee) coba2 merubah sedikit saja gaya saya berkerudung, dengan tidak menggunakan jarum pentul di sisi atas kiri dan kanannya. Tapi sedikit mengekspos jidat saya yang lumayan luas... (apa daya... it's in my gene... ), dan ahirnya... TARAAAA... new style new look ala Kania... meski beda tipis sebenarnya... hehe...
Karena judulnya saya sedang keganjenan, malam itu saya tidak tanggung2 mengganti sampai 3 helai kerudung dan berfoto2 ria dengan webcam bersama Ei, dan membiarkan Ei menjadi koreografernya... Bunda cheese.. bunda suuunn.. bunda manyuuun.. tangan satu di pipi bundaaa... Meled bundaaa... saya jabanin semua... Dan tentu saja beberapa kali jepret foto diri sendiri.. dengan gayaaa.. well... u can say... Jaim.. kekekekekkk...:P
Setelah beberapa hari foto2 itu menempel di Facebook saya, tanpa disangka2 seorang teman lama, tapi bukan termasuk gerombolan teman2 pria yang saya sebutkan di atas, memuji foto2 'jaim' saya... dengan berkomentar... "Ni, liat foto2 lo di Facebook kok beda ya? Gw tau lo waktu SMA, tapi kok liat foto lo sekarang bukannya tambah tua, tapi tambah segar dan goodlooking?".... Waaawwww... sungguh... pernyataan yang menohok.. kekekkkk:P
Sudah saya uraikan di atas, jangankan sekarang setelah bersuami, duluuu... sejak masih lajang pun... pujian tentang penampilan saya dari teman2 pria itu, bisa dihitung jari! Iniii.. tiba2 muncul, dari orang yang sama sekali tidak saya duga!
Dan setelah membaca pernyataan itu, tidak seperti biasanya, saya yang terbiasa mereply pembicaraan lawan bicara dengan segera, tiba2 saja saat itu saya bingung, apa yang harus saya jawab?!!?Ih edun! Norak! kekekekkk!!!SO What!??!? It's my Blog!!
Ada bbrp opsi jawaban sebenarnya yang terpikir, antara lain...
- Terima Kasih
- Ah masa siih? ah kamu bisa saja....
- Baru tau kamu??
Tapi rasanya ketiga opsi itu tidak ada yang saya pilih. Entah knapa, kayanya,,, kurang ,,, kurang SAYA laaa... (ggrrhhh... tau tauu!!!...gw terdengar tambah norak saja!!)
Beberapa saat saya berpikir, kira2 apa jawaban yang paling pantas dan efektif. Saya tentu saja tidak mau pembicaraan saya dengan si pria menjurus ke arah yang tidak berkenan tentu saja untuk suami saya. Karena ternyata sebelum saya menjawab pernyataannya, dia berseloroh kembali, "Gw sengaja ga ngasih komen di Facebook, gw takut laki lo snewen, karena komen gw tulus dari hati!".
Maksud loooo...!?!???
Setelah pernyataan ke dua, saya makin yakin, pernyataan balasan saya haruslah sangat sangat sangat efektif dan mengena bagi si pria. Jujur saja, saya sangat tersanjung dan tersipu, (ya iyyya laaa... ! untuk para pria saya berkata, apabila pasangan anda berkata bahwa dia tidak senang dipuji, tolong JANGAN PERCAYA!!) Tapi tentu saja, saya tidak mau hal ini berlanjut ke hal2 yang tidak pantas. Please, I have a perfect marriage and wonderful husband, I will not dare to do any stupid things to spoil that! Meski bukan hartawan dan bukan pula tipe romantis, tapi alhamdulillah, sejak menikah hingga kini, saya merasa tenang dan tentram bersuamikan dia.
TINGG!!! THE RING BELLS IN MY HEAD! Of course... kok ga kepikiran ke situ ya... saya akhirnya tau, apa yang harus saya katakan untuk mereply pernyataan yang cukup menyanjung itu.... Akhirnya kalimat yang selanjutnya saya tulis untuk si pria adalah...
"Iya dong,,, jelas lah tambah fresh dan good looking, soalnya dulu gw belum punya suami yang pandai menyenangkan istri dan menentramkan hati!"...
Not Bad Huh!?!??.. kekekekkkk... (eduunn... si gueeee...:P)
