Senin, 09 Februari 2009

Everyday I'm in love...

Mungkin bukan porsi saya yang baru saja berumah tangga 5 tahun untuk menulis perihal cara mempertahankan keharmonisan rumah tangga, tapi sejujurnya saya hanya concern dengan teman-teman sesama pasutri dalam bagaimana mereka berinteraksi dengan pasangan mereka masing-masing.

Sudah merupakan pemandangan yang dianggap wajar apabila kita sedang berjalan2 di mall atau di tempat umum lainnya, para remaja usia tanggung dengan santainya bergandengan tangan dengan sang pacar, atau si cowok memeluk pinggang si cewek, atau saling membelai, atau apapun lah adegannya, yang sebetulnya tentu saja, belum waktunya mereka berpolah demikian. Sedangkan para pasangan pasutri, yang saling bergandengan tangan atau saling membelai atau menujukkan rasa sayang pada pasangannya, bisa saya hitung dengan jari. Hal ini membuat saya terpekur sejenak, kok, sepertinya ada yang aneh ya?

Setelah saya tanya suami teman saya tentang hal ini, ternyata dia menjawab,

"Malu lah Ni,,, masa diobral sih...". Saya tersenyum sedikit getir mendengar jawabannya. Saya pikir, kenapa musti malu menggandeng istri sendiri? merapikan rambut istri sendiri apabila sedikit kusut di depan umum? Seharusnya yang malu itu, ya orang2 yang masih pacaran itu doongg?!??!?! Wong kalau sudah jadi istri mah, sudah halala toyiban bukaaan??? Hanya menggenggam tangannya saja itu sudah terhitung ibadah! Lha kok maluuu??? Memang sih, tidak semua yang malu2 seperti itu, tapi ya.. angkanya lumayan banyak. Karena saya yakin, kita lebih sering melihat anak2 usia tanggung yang hampir bisa dipastikan belum menikah bergandengan tangan, daripada pasangan pasutri.


Mencermati masalah yang sebenarnya sepele ini, saya jadi teringat status seorang teman saya tadi pagi...

"Kalau sudah menikah, boro boro inget valentine?!??!?"

Sama sekali saya tidak bilang bahwa saya setuju dengan perayaan Valentine, lagian menurut saya, adalah hal yang bodoh merayakan hari kasih sayang setahun sekali! Knapa harus setahun sekali??!?!? Knapa tidak setiap hari??!!??!

Karena itu saya memberi komen pada status teman saya ini, dengan ujaran...

Engga !!! lo salah!!!.... udah nikah mah,,,, valentine itu... tiap hariiii! valentine setaun sekali???? apaan tuh???? jyijyiiii... :D*lebay mode on*

Dia menjawab lagi... Yakin Looo???

dan tak putus asa, saya pun berujar kembali di dindingnya...

Harus yakin atuh .!!!! must keep the love stronger everyday...!!! jgn mau kalah sama yang masih pacaran! kita mah udah jelas2 halalan toyiban... hehehe... Ayo!!!! harus semangat!!! dipupuk tuh cinta! huehuehue... *angger... lebay mode on*

Sebenarnya ketika saya berujar komentar saya itu, saya sama sekali tidak merasa lebay, karena saya punya keyakinan... memang itu yang harus dilakukan.

Teman, cinta itu harus dipupuk! Mungkin dia datang tanpa kau undang, dia datang tanpa kau harapkan sebelumnya. Dia bisa saja tumbuh subur seperti rumput liar, tapi si rumput liar akan mati apabila di sekitarnya ditanami bunga matahari atau bunga lainnya yang lebih indah.


Jangan pikir karena kau tau pasanganmu telah menyatakan cintanya padamu suatu hari di masa lalu, dia tidak lagi merasa perlu untuk dimanjakan, atau tidak perlu sedikit pembuktian bahwa rasa itu masih ada.

Baik untuk diingat bahwa, bukan hanya kau yang bisa mencintainya, engkau bukan satu2nya lawan jenis yang dia temui, dan bukan hanya kau pula yang bisa dia cintai, ingat teman, tulisanku di atas, cinta datang tanpa kau undang, tanpa kau harapkan. Dan perlu kau ingat juga, pasanganmu bukanlah malaikat.

Saya punya keyakinan sendiri, apabila kita senantiasa memupuk cinta yang sudah ada, sepertinya tak perlulah kita sungkan atau merasa aneh menggandeng tangan orang yang kita cintai.

Coba ingat ketika semuanya baru dimulai, ketika rasa itu sedang di puncak ubun2,
coba ingat, ketika kau nyatakan cinta untuk pertama kali,
Coba ingat, ketika kau pertama kali mendekapnya,
Coba ingat, ketika kau pertama kali mengecupnya,
Coba gali rasa itu sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi,.. hingga rasa itu tak lagi harus pergi, tapi tertanam dalam di hati.

Apabila kita sudah bisa sedikit banyak menjalaninya, adalah hal yang tidak mungkin apabila kelak, ketika kita sudah cukup berumur, kita akan mengalami puber ke dua kali.... kembali pada pasangan yang sama.








Rabu, 04 Februari 2009

satu langkah...

setelah sekian ribu langkahku tinggalkanmu
satu langkah kini ... itu saja yang aku pinta
tak perlulah kita bergegas
akupun tak mau kau lelah

satu langkah...
tak usah terlalu kau nilai dari temu pandang
dengan memikirkanmu di sini... sudahlah cukup untuk kini
biar esok kita simpan dulu untuk satu langkah nanti

tidak... aku pun tak mau bergegas...
tak pula ingin kau kuhempas...
kiranya baik... kau cerna lagi pikirmu...
diriku kinikah hasratmu berlabuh
atau masa lalu...

jangan.. jangan pula kau tumpukan seluruh asamu ...
aku tak kuasa simpan tangis itu lagi di matamu...

mari... kita ambil satu langkah saja untuk hari ini...
esok... biarlah kita simpan untuk nanti