Kamis, 12 Maret 2009

Diam yang EMAS

aku ingin diam yang emas
yang tidak umbar bicara
tidak seperti kaca yang bening
tak kuasa sembunyikan rasa yang ada

dari peristiwa demi peristiwa
dari tragedi demi tragedi
semoga dapat jadi pupuk
agar aku dapatkan
satu genggam saja emas itu

tak lelah ku cari diam yang emas
seiring berjalan usia
seiring berjalan masa
beban peranku pun lebih beragam
tak hanya menjadi anak
tak hanya menjadi adik
tak hanya menjadi teman
tapi menjadi istri
tapi menjadi bunda
tapi menjadi kakak
tapi menjadi rekan
karena itu...
harus ku dapat diam yang emas

tapi ku sadar...
diam tak selalu emas
saat seharusnya keluar maafku
saat seharusnya muncul peduliku
saat seharusnya pecah tangisku
saat seharusnya membuncah tawaku
harus dapat kubuang sedikit diamku
smoga itu dapat menjaga senyum
semua yang aku sayang

Rabu, 04 Maret 2009

bumbu dapurku

temansss...
maukah kau jadi bumbu dapurku
penguat rasa hidangan utamaku
lauk pauk sayur mayur buah dan susu
yang tentu saja sudah sempurna

kawanss...
terima kasih kau sudah jadi bumbu dapurku
kau tambahkan asam manis asin alami
bukan jadi penyedap rasa belaka
yang kadang rusakkan esensi dari cita rasa hidupku

sohibsss...
teruslah jadi bumbu dapurku
berbagi candamu padaku
kubagi pula tawaku padamu
kau tepuk bahuku secukupnya
harapmu itu dapat sedikit hilangkan penatku
ku harap ku dapat beri sedikit bijakku
meski tak seberapa untukmu
sekedar memperkaya bahan renunganmu
atau malah kau anggap sebagai humor belaka
aku tak peduli
selama kau masih jadi... bumbu dapurku

penat sejenak

bolehkah ku penat sejenak sayang...
sekejap saja aku berkata...
aku lelah...
aku jenuh...
ku pastikan tak akan lama...
hanya beberapa tetes air mata saja ingin kuusap dari pipiku...

tidak sayang...
jangan kau salahkan dirimu karenaku...
jangan kau jadikan aku beban pikiranmu...
jangan pula kau hempas aku...
aku janji... tak akan lama aku begini...

entah ...
marahkah kamu...
kuminta waktu hanya untukku...
tak mau kubagi dengan siapapun...
meski itu hanya denganmu...

hanya sesaat saja...
aku ingin sendiri...
sekejap saja...
penatku sejenak meminta waktu...
bolehkah...