kisah kita memang tak seberapa,
di sela- sela sibuk kita dulu
masih sempat senda gurau dan sapaan kita lakukan
tak tau kenapa tak kunjung kita beranjak dari hanya begitu
mungkin kita merasa tak perlu untuk melangkah
mungkin ada rasa yang lain yang memang lebih deras arusnya saat itu
tapi dengan hanya begitu pun,
ketika aku ingat hari jadimu,
kusempatkan untuk mampir di gift shop,
kubelikan mug yang tak seberapa,
kubungkus dengan kertas kado sisa mama di rumah
kuberikan padamu tanpa basa basi pula,
tak ada candle light dinner
tak ada skenario surprise-surprise segala
karena, kita pun hanya berkutat pada sapaan dan senda gurau yang tak seberapa...
entah bagaimana rasamu, tapi sudah kutanya pada rasaku berkali-kali...
aku tau ada yang akan selalu membedakanmu dari teman-teman perempuanku yang lain, meski tak seberapa ...
kini...
sekian taun telah lampau...
seperti dahulu, kau undang aku ke rumahmu hanya untuk sedikit mencicipi masakanmu dan menyapa semua keluargamu
dan seperti lampau, aku sudah sangat terbiasa di rumahmu, terkadang seperti rumahku sendiri
ku pergi ke dapur untuk mengambil minum, ketika akan mengambil gelas di rak,
aku terkesiap beberapa saat, ada satu buah mug yang sudah agak lusuh, bertengger di sana, dengan ragu aku mengambilnya...
dan hampir saja mug itu lepas dari tanganku, ketika tiba- tiba ada suara yang tak asing sampai di kupingku...
"Biasanya mug yang lain, sebentar saja dipakai sudah pecah, tapi mug itu dari dulu awet, ga pecah-pecah...", kau berkata sambil berlalu.
Bagus... baguslah kau segera berlalu, karena bila kau sedikit saja lebih lama bertengger di belakangku, kau pasti bisa lihat, kupingku memerah, dan untung saja rona merah mukaku sedikit tersembunyi di balik jenggot dan kumis tipis yang beberapa tahun terakhir ini kubiarkan subur di wajahku. Dan tak seperti biasa, candaku yang biasanya mengalir menimpali guraumu, kali ini tak satu suku katapun keluar dari mulutku.
Bingung, tersipu, dag dig dug... beberapa saat ada semua di kepalaku.
Tapi ketika aku melihat istriku bersenda gurau akrab dengan adikmu, anakmu, dan suamimu, aku tau dan sepenuhnya menyadari, bahwa bingungku, tersipuku, dan dag dig dug ku hanya bisa berarti satu, itu hanya satu rasa yang tak seberapa...