Jumat, 11 September 2009

tak ada alasan

tak ada alasan ...
tak ada alasan kau tak bersyukur...
meski rasanya berat kau pikul teramat sangat ...
dan kau serasa tak ada yg mau mengerti ...
keluhmu...
penatmu...
lelahmu...
serasa kau telan bulat bulat sendiri

tapi tak musti kau bergerutu...
gerutumu tak akan bawa angin segar penyelesaian...

mungkin kau bisa coba...
coba dengan membuka matamu lebar-lebar...
di atas langit masih ada langit yang lebih tinggi...
di bawah jurang terjal pun masih ada jurang yg lebih dalam...
kisah sedihmu itu... bila didendangkan di telinga kepala2 yg lain...
mungkin jadi nyanyian merdu...
tak usah kau menggerutu karena nyanyian lain serasa lebih renyah di kupingmu...
lebih baik kau ikut bernyanyi bersama mereka...
agar dapat menjadi ucap syukurmu atas lirikmu sendiri ...
mungkin.. mungkin saja...
ada yang ikut mendengarkan lirik dan nadamu...
dan mungkin bisa buat mereka ... bersama bernyanyi denganmu ...

Harusss.. harus kau bisa turuti apa yg kau tulis sendiri!
Tak cukup bila dihentikan hanya di sini saja...!

Senin, 08 Juni 2009

Satu Jumpa

Kali ini ingin ku bercerita
Cerita yang biasa saja
Tentang satu Jumpa dengan kisah lama

Adegan temu tampak bagai fiksi
Diatur oleh pembuat skenario terbesar di bumi
Saling ditemani pelita hati
Tegur sapa dan jabat tangan pun mengalir
Tanpa ada kaku dan ragu yang ganggu

Benarlah kiranya…
Semua itu indah pada waktunya…
Temu itu terjadi di saat yang tepat…
Di tempat yang sempurna…
Tak ada yang dipaksakan
Tak ada yang dikorbankan
Tak ada yang dipojokkan

Senyumku tak perlu ku paksa datang
Dia muncul sendiri dan bertengger di wajahku…
Ku duga senyumnya pun sama rasa dengan senyumku…
Hanya berasa seperti menemukan komik sudah lama hilang…
Setelah kau temukan… kau simpan bersama komik2mu yang lain

Kukaji lagi rasaku…
Kukaji lagi…
Kukaji lagi…
Sampai ku yakin…
Tak ada rasa tak perlu…

Satu kata keluar dari lisanku
Alhamdulillah… :)

Jumat, 01 Mei 2009

aku tak mau jadi duri!!!

lagi... tentang seorang teman
salah satu dari deretan bumbu dapurku...
susah kau rasa
kesal kau rasa
murka kau rasa
terinjak injak kau rasa

hmmpppffhhh...
bisakah ku bantu bebanmu
bisakah ku angkat lukamu
bisakah ku siram amarahmu
aku ragu...
bukan aku tak mau

dengan rela kuulurkan tanganku...
agar dapat kuusap bahumu
mungkin sedikit dapat redakan redu redam di dadamu

tapi apa dayaku...
bila uluran tanganku...
serasa kawat berduri untukmu !?!?!?!
sekilas ku rasa...
tanpa ku mau
aku menjadi salah satu duri
yang buat kau mengerang kesakitan

aku tak mau jadi duri!!
tapi bukan salahku aku jadi durimu!!
aku hanya bisa punya satu harap
meski aku dijadikan durimu
jadikan aku duri yang sangat tumpulll!!







Rabu, 22 April 2009

tik ... tok... tik... tok... tik.. tok...

ketika waktu adalah satu yang kita tak punya
saat seorang teman mengulurkan tangannya tak berdaya di ujung sana
bagaimana gerangan kaki ini harus melangkah

saat hari tak bermentari mengkungkungmu untuk jumpa
hilang dayamu hentikan derai dukanya
karna yang dicintanya terkapar meradang

Ya Rabb, buatkan aku waktu dan kesempatan
untuk jumpa dia yang di ujung sana
kan kuulurkan tanganku untuk menggapainya
dengan niat tulus ingin redakan gundah gulananya

... semoga tak ada rasa ragu yang menyelusup tak ada urusan


Senin, 13 April 2009

maafkan kakuku

maafkan aku
dengan kakuku
dengan maluku
aku tak maksud buat kau kesal begitu
kau sendiri buatku terpaku
telan aku bulat-bulat dalam pesonamu

maafkan kakuku
aku sendiri tak tau
lidahku bisu untuk menyapa
tanganku kaku saat memegang pena
pikirku terlalu banyak dipenuhi hal hal yang terlalu jauh...
sehingga kadang sulit.. menjalani apa yang ada di depan mata

mungkin...
sedikit ada cemasku
sedikit ada bimbangku
sedikit ada takutku
relakah aku titipkan hatiku... yang tidak lagi baru

kuserahkan saja semua pada PenciptaKu
akankah Dia melumasi lidahku
akankah Dia menurunkan tinta ke penaku
ketika ingin sesekali ku sapa kau
ketika ingin sesekali berbagi denganmu

bisakahkah kau bantu
bantu aku keluar dari kakuku
yang sama sekali tak perlu

dengan memberiku tunggumu

Sabtu, 11 April 2009

tak seberapa ...

kisah kita memang tak seberapa,
di sela- sela sibuk kita dulu
masih sempat senda gurau dan sapaan kita lakukan
tak tau kenapa tak kunjung kita beranjak dari hanya begitu
mungkin kita merasa tak perlu untuk melangkah
mungkin ada rasa yang lain yang memang lebih deras arusnya saat itu
tapi dengan hanya begitu pun,
ketika aku ingat hari jadimu,
kusempatkan untuk mampir di gift shop,
kubelikan mug yang tak seberapa,
kubungkus dengan kertas kado sisa mama di rumah
kuberikan padamu tanpa basa basi pula,
tak ada candle light dinner
tak ada skenario surprise-surprise segala
karena, kita pun hanya berkutat pada sapaan dan senda gurau yang tak seberapa...
entah bagaimana rasamu, tapi sudah kutanya pada rasaku berkali-kali...
aku tau ada yang akan selalu membedakanmu dari teman-teman perempuanku yang lain, meski tak seberapa ...
kini...
sekian taun telah lampau...
seperti dahulu, kau undang aku ke rumahmu hanya untuk sedikit mencicipi masakanmu dan menyapa semua keluargamu
dan seperti lampau, aku sudah sangat terbiasa di rumahmu, terkadang seperti rumahku sendiri
ku pergi ke dapur untuk mengambil minum, ketika akan mengambil gelas di rak,
aku terkesiap beberapa saat, ada satu buah mug yang sudah agak lusuh, bertengger di sana, dengan ragu aku mengambilnya...
dan hampir saja mug itu lepas dari tanganku, ketika tiba- tiba ada suara yang tak asing sampai di kupingku...
"Biasanya mug yang lain, sebentar saja dipakai sudah pecah, tapi mug itu dari dulu awet, ga pecah-pecah...", kau berkata sambil berlalu.
Bagus... baguslah kau segera berlalu, karena bila kau sedikit saja lebih lama bertengger di belakangku, kau pasti bisa lihat, kupingku memerah, dan untung saja rona merah mukaku sedikit tersembunyi di balik jenggot dan kumis tipis yang beberapa tahun terakhir ini kubiarkan subur di wajahku. Dan tak seperti biasa, candaku yang biasanya mengalir menimpali guraumu, kali ini tak satu suku katapun keluar dari mulutku.
Bingung, tersipu, dag dig dug... beberapa saat ada semua di kepalaku.
Tapi ketika aku melihat istriku bersenda gurau akrab dengan adikmu, anakmu, dan suamimu, aku tau dan sepenuhnya menyadari, bahwa bingungku, tersipuku, dan dag dig dug ku hanya bisa berarti satu, itu hanya satu rasa yang tak seberapa...

Kamis, 12 Maret 2009

Diam yang EMAS

aku ingin diam yang emas
yang tidak umbar bicara
tidak seperti kaca yang bening
tak kuasa sembunyikan rasa yang ada

dari peristiwa demi peristiwa
dari tragedi demi tragedi
semoga dapat jadi pupuk
agar aku dapatkan
satu genggam saja emas itu

tak lelah ku cari diam yang emas
seiring berjalan usia
seiring berjalan masa
beban peranku pun lebih beragam
tak hanya menjadi anak
tak hanya menjadi adik
tak hanya menjadi teman
tapi menjadi istri
tapi menjadi bunda
tapi menjadi kakak
tapi menjadi rekan
karena itu...
harus ku dapat diam yang emas

tapi ku sadar...
diam tak selalu emas
saat seharusnya keluar maafku
saat seharusnya muncul peduliku
saat seharusnya pecah tangisku
saat seharusnya membuncah tawaku
harus dapat kubuang sedikit diamku
smoga itu dapat menjaga senyum
semua yang aku sayang