Minggu, 11 Januari 2009

How to repsonse to a compliment...
















Menjadi seorang istri, saya pikir sudah tertutup kesempatan untuk menerima pujian dari pria lain. Selain saya anggap tidak penting, saya yang dari sejak remaja telah terlalu terbiasa dekat dengan teman2 pria dibanding wanita, teman2 pria saya pun bisa dibilang jarang sekali memberi saya pujian, meskipun itu dari pacar jaman dahulu kala (kekekkkk... kasian banget ya saya!!?!?!?...) . Bahkan terkadang saking sudah terbiasa, mereka juga terkadang tidak menganggap saya sebagai perempuan, dengan ditandai oleh obrolan2 mereka tentang wanita yang terkadang vulgar, di depan kehadiran saya. Dassar!!

Karena itu, setelah bersuami, saya pikir yang terpenting adalah penampilan saya yang berkenan di mata suami. Bagaimana dia ingin melihat saya, image apa yang ingin dia tampilkan, sebisa mungkin itulah yang saya penuhi. Meski terkadang saya miss, dalam artian, saya terkadang tidak bisa meraba kondisi dan situasi suatu occasion yang kami hadiri.

Selama ini gaya saya berpakaian dan berkerudung pun tidak pernah macam2, biasa saja, terkadang mengikuti mode, tapi terkadang tidak juga, karena dengan tekstur wajah yang pas2an saya rasa kurang cocok untuk mengikuti semua mode berkerudung.

Entah ada angin dari mana, mungkin karena baru saja dihadiahi sehelai kerudung yang kononnya sedang 'in' oleh adik ipar, saya jadi keganjenan (hehe.. kalo itu mah dari dulu kaleee) coba2 merubah sedikit saja gaya saya berkerudung, dengan tidak menggunakan jarum pentul di sisi atas kiri dan kanannya. Tapi sedikit mengekspos jidat saya yang lumayan luas... (apa daya... it's in my gene... ), dan ahirnya... TARAAAA... new style new look ala Kania... meski beda tipis sebenarnya... hehe...

Karena judulnya saya sedang keganjenan, malam itu saya tidak tanggung2 mengganti sampai 3 helai kerudung dan berfoto2 ria dengan webcam bersama Ei, dan membiarkan Ei menjadi koreografernya... Bunda cheese.. bunda suuunn.. bunda manyuuun.. tangan satu di pipi bundaaa... Meled bundaaa... saya jabanin semua... Dan tentu saja beberapa kali jepret foto diri sendiri.. dengan gayaaa.. well... u can say... Jaim.. kekekekekkk...:P

Setelah beberapa hari foto2 itu menempel di Facebook saya, tanpa disangka2 seorang teman lama, tapi bukan termasuk gerombolan teman2 pria yang saya sebutkan di atas, memuji foto2 'jaim' saya... dengan berkomentar... "Ni, liat foto2 lo di Facebook kok beda ya? Gw tau lo waktu SMA, tapi kok liat foto lo sekarang bukannya tambah tua, tapi tambah segar dan goodlooking?".... Waaawwww... sungguh... pernyataan yang menohok.. kekekkkk:P
Sudah saya uraikan di atas, jangankan sekarang setelah bersuami, duluuu... sejak masih lajang pun... pujian tentang penampilan saya dari teman2 pria itu, bisa dihitung jari! Iniii.. tiba2 muncul, dari orang yang sama sekali tidak saya duga!
Dan setelah membaca pernyataan itu, tidak seperti biasanya, saya yang terbiasa mereply pembicaraan lawan bicara dengan segera, tiba2 saja saat itu saya bingung, apa yang harus saya jawab?!!?Ih edun! Norak! kekekekkk!!!SO What!??!? It's my Blog!!

Ada bbrp opsi jawaban sebenarnya yang terpikir, antara lain...
  1. Terima Kasih

  2. Ah masa siih? ah kamu bisa saja....

  3. Baru tau kamu??

Tapi rasanya ketiga opsi itu tidak ada yang saya pilih. Entah knapa, kayanya,,, kurang ,,, kurang SAYA laaa... (ggrrhhh... tau tauu!!!...gw terdengar tambah norak saja!!)

Beberapa saat saya berpikir, kira2 apa jawaban yang paling pantas dan efektif. Saya tentu saja tidak mau pembicaraan saya dengan si pria menjurus ke arah yang tidak berkenan tentu saja untuk suami saya. Karena ternyata sebelum saya menjawab pernyataannya, dia berseloroh kembali, "Gw sengaja ga ngasih komen di Facebook, gw takut laki lo snewen, karena komen gw tulus dari hati!".

Maksud loooo...!?!???

Setelah pernyataan ke dua, saya makin yakin, pernyataan balasan saya haruslah sangat sangat sangat efektif dan mengena bagi si pria. Jujur saja, saya sangat tersanjung dan tersipu, (ya iyyya laaa... ! untuk para pria saya berkata, apabila pasangan anda berkata bahwa dia tidak senang dipuji, tolong JANGAN PERCAYA!!) Tapi tentu saja, saya tidak mau hal ini berlanjut ke hal2 yang tidak pantas. Please, I have a perfect marriage and wonderful husband, I will not dare to do any stupid things to spoil that! Meski bukan hartawan dan bukan pula tipe romantis, tapi alhamdulillah, sejak menikah hingga kini, saya merasa tenang dan tentram bersuamikan dia.

TINGG!!! THE RING BELLS IN MY HEAD! Of course... kok ga kepikiran ke situ ya... saya akhirnya tau, apa yang harus saya katakan untuk mereply pernyataan yang cukup menyanjung itu.... Akhirnya kalimat yang selanjutnya saya tulis untuk si pria adalah...

"Iya dong,,, jelas lah tambah fresh dan good looking, soalnya dulu gw belum punya suami yang pandai menyenangkan istri dan menentramkan hati!"...

Not Bad Huh!?!??.. kekekekkkk... (eduunn... si gueeee...:P)






4 komentar:

  1. not bad, bunda...

    tapi...di-apdet atuh blog na....maenya ga ada cerita? cerita deubit kumaha? *lg meneror orang2 yang lalai terhadap blog nya heheheh*

    BalasHapus
  2. ohhh.. iya ya... ga ada cerita tentang deubitku.. hehe.. oks deh.. ntar... soalnya blum ada pengalaman yg cukup menarik buat ditulis.. hehehe...

    BalasHapus
  3. edan..edan..edan...judulnya pesona istri solehah tea geuning hihi ngeri ngga..luar biasa ya???

    BalasHapus
  4. oh satu lagi teh, mulai sekarang dibiasain teh menjawab pujian, ya kaya gitu lah kira-kira resiko orang keren kaya kita :p

    BalasHapus